Web Toolbar by Wibiya
Banner Yamaha Tengah
Cogito (5) Edukasi (8) Filsafat (2) Kompas (4) Kritik (2) Management (1) Motivasi (4) Opiniteman (1) Psikologi (9) Renung (1) karakter (2) l (1) leadership (1)

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 April 2010

Menjadi Orang Tua Efektif

Tidak ada sekolah untuk orangtua. DR. Frieda Mangunsong, MEd, Psi, yang sudah memiliki tiga anak dengan rentang usia remaja hingga dewasa pun merasa harus terus belajar menjadi orangtua. Ini karena menurutnya, tidak semua teori psikologi bisa diterapkan.Menjadi orangtua juga merupakan salah satu pekerjaan dengan job description yang rumit dan tidak jelas disertai tanggung jawab yang sangat besar. Untuk menjadi orangtua efektif, Anda harus terjun langsung dan belajar dari pengalaman.Tanggung jawab orangtua memang sangat besar. Di tangan orangtua, masa depan anak ditentukan. Baik dalam hal kepribadian, sosialisasi, penyesuaian dan pengendalian diri, kemampuan berpikir, dan hal-hal lain yang kelak akan menentukan keberhasilan dan kemandirian anak. Juga keberhasilan anak saat mereka menjadi orangtua.

Meski demikian, Frieda memberikan 10 kiat menjadi orangtua yang efektif. Kiat ini dapat digunakan para orangtua yang dua-duanya bekerja agar bisa memanfaatkan waktu yang terbatas dengan anak secara efektif dan efisien, maupun orangtua yang salah satunya tidak bekerja.

Mengenali anak
Orangtua harus memperlakukan anak sesuai karakternya, pemalu, periang, dan lain sebagainya. Jangan paksa anak untuk menjalani karakter lain. Kenali pula perasaan anak saat ia sedang mengalami masalah. Hal ini bisa dilakukan dengan berempati pada anak. Yang tak kalah penting, orangtua mesti mengenali perkembangan anak sesuai usia.

Hargai perilaku baik anak
Orangtua perlu menerapkan positive parenting, yaitu menghargai perilaku baik sebanyak-banyaknya dan menghukum sesedikit mungkin. Sebaiknya, orangtua memberikan pujian terhadap semua hal baik yang dilakukan anak. Hendaknya pujian diberikan langsung, tanpa ditunda. “Jangan menunggu hingga anak melakukan hal yang spesial,” kata ketua Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI ini. Secara berkala, orangtua hendaknya memberikan sesuatu yang menyenangkan anak, misalnya memberi sesuatu yang disenangi anak bila ia melakukan tugasnya dengan baik atau menambah jangka waktu untuk mengembangkan perilaku baik.

Melibatkan anak
Anak termasuk dalam keluarga. Itu sebabnya, selalu libatkan anak dalam kegiatan dan keputusan keluarga. Contohnya, saat merencanakan liburan bersama. Anak juga perlu dilibatkan dalam tugas rumah sehari-hari yang tentu saja mesti disesuaikan dengan usianya.

Selalu mendekatkan diri dengan anak
“Gunakan setiap kesempatan untuk mendekatkan diri dengan anak,” ujar Frieda. Saat di perjalanan dan terjebak kemacetan, Anda bisa mengobrol lebih banyak dengan anak. Biasanya anak akan lebih terbuka dalam situasi seperti itu. Kemudian saat menonton televisi, orangtua sebaiknya mendampingi anak. Gunakan kesempatan itu untuk menanamkan nilai-nilai padanya. Penanaman nilai-nilai baik ataupun buruk, penting atau tidak penting, pada anak juga bisa dilakukan saat Anda sedang berjalan bersama anak.

Sediakan waktu khusus
Berikan waktu khusus hanya berdua dengan anak. Bila anak lebih dari satu, sediakan waktu khusus secara bergiliran. Lalu, sediakan pula waktu untuk kegiatan bersama.

Tegakkan disiplin
Melakukan positive parenting bukan berarti Anda mendiamkan sesuatu yang salah yang dilakukan anak. Anak perlu belajar atas perilaku yang bisa diterima, sehingga pendisiplinan perlu diterapkan. Disiplin harus ditegakkan segera setelah perilaku yang tidak baik dilakukan.

Cara pendisiplinan yang disarankan Frieda adalah dengan teknik time out dan grounded, yang bisa efektif bila diterapkan dengan tepat. Time out bisa diberikan dengan mendiamkan anak atau orangtua tidak memberi reaksi apa-apa kepada anak. Tindakan ini merupakan respon orangtua atas perilaku anak yang tidak diinginkan. Pada saat itu orangtua bisa keluar ruangan dan anak berada di dalam ruangan. Anak juga bisa dijauhkan dari aktivitasnya.

Sementara untuk grounded, anak diharuskan menyelesaikan satu tugas untuk bisa mendapat kesenangannya lagi. Contohnya, bila anak suka menonton film Sponge Bob dan ia tidak mau mandi, orangtua bisa melakukan grounded. Kalau tidak mandi, tidak boleh menonton Sponge Bob. Setelah mandi, anak boleh keluar kamar dan menonton film tersebut.

Pendisiplinan ini perlu dilakukan secara konsisten dan harus selalu didasarkan pada perilaku anak. Teknik pendisiplinan yang sama juga perlu diterapkan bila anak melakukan perilaku yang sama lagi. Namun, orangtua sebaiknya tidak langsung memberikan sanksi apabila anak baru melakukan perilaku tidak baik pertama kali dan belum pernah diberitahu sebelumnya bahwa perilakunya itu buruk.

“Dan pastikan teknik pendisiplinan yang sama dilakukan oleh pasangan dan orang-orang di rumah saat orangtua tidak di rumah,” kata Frieda.

Panutan bagi anak
Anak adalah peniru ulung. Segala gerak-gerik orangtua akan ditirunya. Anak belajar cara beraksi terhadap berbagai hal melalui pengamatannya pada perilaku orangtua. Agar anak dapat menerapkan perilaku yang baik, orangtua mesti mencontohkannya terlebih dulu dalam kehidupan sehari-hari.

Say “I love You”
Kasih sayang mestilah diungkapkan. Frieda menyarankan para orangtua untuk mengungkapkan kasih sayang dengan kata-kata seperti I love you, belaian, pelukan, ciuman, tulisan “ayah/ibu sayang kamu,” atau gambar bunga atau hati.

Komunikasi dengan tepat
Saat berbicara dengan anak, orangtua harus melakukan kontak mata dengan mereka. Bila ingin memberikan perintah, berikan sespesifik mungkin. Perintah dengan arti yang sangat umum akan membingungkan anak. Hindarkan pula membentak, mengomel, berteriak, atau berceramah panjang lebar kepada anak.

Selesaikan masalah saat Anda “dingin”
Bila ada masalah, hendaknya tidak diselesaikan saat Anda sedang marah. Bila hal ini dilakukan justru akan memperburuk keadaan. Biasanya, saat marah kontrol diri Anda cenderung lebih rendah, sehingga sangat mungkin Anda melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak diharapkan dapat ditiru anak. Bisa pula, pada saat itu keluar kata-kata yang akan menyakitkan dan membekas pada anak. Saat Anda marah, Anda juga perlu time out untuk menenangkan diri.

Tidak ada orangtua yang sempurna. Yang penting untuk menjadi orangtua efektif adalah apa yang Anda lakukan sejalan dengan waktu.

Sumber: Gaya Hidup Sehat Online.

SUKSES: ANTARA BAKAT, KEAHLIAN DAN KESEMPATAN

INTRODUCTION.
Secara kuantita sederhana, dalam meraih suatu kesuksesan peran bakat, keahlian dan kesempatan adalah masing-masing 1/3 bagian atau lebih kurang 33% (biasanya secara digampangkan 30%). Cara berpikir seperti itu muncul karena sebuah asumsi bahwa suatu bakat tidak akan ada gunanya kalau tidak diikuti dengan suatu keahlian, suatu keahlian juga tidak akan ada gunanya kalau tidak pernah bertemu dengan kesempatan. Faktanya memang ada orang sukses karena disebabkan punya bakat yang menonjol, ada yang karena disebabkan punya keahlian yang teruji dan ada yang karena disebakan punya banyak kesempatan yang baik (emas). Tetapi apakah kesimpulannya semudah itu kita menggabung-gabungkan variabel sukses tersebut. Dan semudah itu pula membagi-bagi variabel sukses itu ? Sukses dalam dimensi tertentu, tidaklah semudah ramuan teknis sebagai tumpukan dan susunan batu bata yang dirangkai untuk dijadikan sebuah dinding pada suatu rumah. Terkadang ia lebih rumit dari sebuah senyawa reaksi kimia sekalipun.

MANA YANG BISA DIKENDALAIKAN OLEH KITA.
Dari ketiga pokok bahasan tersebut aspek yang paling bisa kita kendalikan adalah aspek keahlian. Suatu keahlian bisa kita upayakan melalui pendidikan, pelatihan dan pembiasaan. Sedangkan aspek bakat lebih bersifat bawaan atau inheren. Ia ada sejak kita lahir dan terlepas dari rasa kesukaan kita. Baik suka ataupun tidak suka yang namanya bakat itu ”ya seperti itu”, dan itu harus kita terima dengan rasa syukur. Sedangkan berbicara tentang aspek kesempatan ada tiga variabel yang harus kita pertimbangkan, yaitu variabel waktu , variabel tataurutan (siapa atau mana yang lebih dahulu) dan variabel aktifitas. Variabel waktu jelas, jatahnya masing-masing kita adalah sama yakni sama-sama 24 jam seharinya. Dari aspek tataurutan, jelas bahwa orang yang lahir terlebih dahulu tidak ada jaminan akan berprestasi dan sukses terlebih dahulu. Dari aspek aktifitas, dia harus kita ikhtiarkan, bukan kita tunggu atau kita minta dari pihak luar. Aktifitas adalah sebuah upaya mengisi waktu. Waktu adalah sebuah kesempatan dan perjalanan yang didalamnya kita bebas untuk mengisinya atau tidak mengisinya. Pendek kata kesempatan itu tidak datang untuk kali yang kedua, kesempatan sangat sulit diprediksikan kapan datangnya, dan masih sangat kontropersial bahwa kesempatan itu ”harus diperjuangkan” atau ”harus ditunggu”. Kalau harus diperjuangkan itu namanya persiapan dan keahlian (yang datangnya harus direncanakan dan diikhtiarkan). Kalau harus ditunggu itu berarti diluar kendali kita. Kesimpulannya adalah yang paling bisa dikendalikan adalah aspek keahlian.

MANA YANG ADA DALAM DIRI KITA.
Dari ketiga aspek tersebut, aspek bakatlah yang adanya hanya di dalam diri kita. Aspek keahlian harus kita ciptakan dan kita ikhtiarkan. Aspek kesempatan, harus ”kita minta” dan atau jatahnya masing-masing kita sudah sama yakni 24 jam, sehingga tidak menjadi variabel pembeda.
KESIMPULAN. Dua hal saja yang harus kita perhatikan dalam meniti suatu kesuksesan. Pertama aspek bakat, kedua adalah aspek keahlian. Sehingga paradigma angka 30-an% bergeser secara sederhana (Jawa: secara bodon) menjadi 50-an%. Dan yang 50-an% itu pun urut-urutannya (Skala prioritasnya, kronologisnya, sistematikanya) haruslah tepat dan benar. Semoga bermanfaat.

Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo
Direktur DMI Primagama

Rabu, 24 Maret 2010

Stop Dreaming Start Action


Tidak ada cara lain yang dapat Anda lakukan untuk meraih apa yang Anda inginkan sampai Anda yakin bahwa Anda memiliki segala sesuau yang dibutuhkan untuk itu. Oleh karenanya, sebelum anda memulai perjalanan Anda menuju kehidupan yang baru, evaluasi kembali keyakinan Anda, negatif atau positif. Semua keyakinan adalah pilihan kita, sadar atau tidak, sadar untuk stop DREAMING , dan Start Action sangat mempengaruhi kehidupan kita. Anda akan mempunyai sebuah kesempatan untuk menjaga keyakinan yang cukup kuat dan pada sangat selaras dengan apa yang Anda coba untuk meraihnya dalam hidup Anda.
Kebanyakan keyakinan adalah mis-interpretasi dai ejadian-kejadian dimasa lalu. Bukannya menjadi suatu pilihan yang sadar, dan orang-orang yang berhubungan dengan kita. Karena keyakinan dipelajari, maka mereka juga dapat tidak dipelajari dan diubah. Katakanlah, Anda yakin bahwa adalah tidak mungkin mendapatkan pekerjaan yang baik tanpa adanya berbagai dorongan. Anda pasti teah mempelajarinya secara sadar atau tidak sadar dari orang-orang disekitar anda atau dengan cara menginterpretasikan kejadian-kejadian dalam kehidupan. Hal ini tidaklah benar. Jika anda telah pernah berhubungan dengan para pemenang dalam kehidupan, maka Anda tidak pernah memiliki keyakinan ini karena mereka tida pernah meyakini hal-hal bohong seperti itu.
Jika Anda memberikan beraus-ratus contoh untuk mendukung keyakinan yang anda miliki, maka saya juga dapat berbagi beratus-beratus kisah nyata yang terkait dengannya. Itu semua menghampiri kami terhadap apa yang Anda ingin yakini.

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi

Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi

Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya

Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”

Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman

Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya

Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba

Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang

Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat

Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

Tahukah anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya

Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.

Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu
karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini

Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita..

Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang t ida k bisa dinilai dengan apapun

There is a story living in us that speaks of our place in the world

It is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves

Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi
Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan
Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati
Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti
Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan

Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar kembali.

Mulai dari sekarang, Janganlah tunda pekerjaan Anda,Stop DREAMING Start ACTION.

Apapun cita-cita anda, pasti bisa anda wujudkan selama anda konsisten dengan komitmen anda. Sembuhkan dulu diri anda. Itu langkah pertama yang menentukan masa depan anda yang lebih baik. Berikutnya ACTION sekarang juga! (jokosusilo.com)

Minggu, 21 Maret 2010

Hari Subagya: Siapa yang Tidak Berubah, Pasti Terpuruk!

Di Indonesia, satu-satunya motivator muda yang secara konsisten gencar menggemakan pentingnya perubahan, mungkin hanya satu nama yaitu Hari Subagya. Maklum, motivator kelahiran Boyolali, 26 Agustus 1968 ini punya serial seminar motivasi dengan banderol sama persis dengan judul bukunya, Time to Change. Tak heran bila kemudian Hari—yang juga menulis buku berjudul Success Proposal dan Time to Change in Selling ini—berhasil menancapkan personal branding-nya sebagai motivator perubahan.

Perubahan demi perbaikan dan kemajuan adalah keniscayaan di berbagai bidang. Tetapi faktanya, di segala lini atau bagian, selalu ada belahan kelompok yang mau berubah dan tidak mau berubah. Kelompok yang mau berubah memandang perubahan adalah keharusan, sementara kelompok yang tidak mau berubah memandang perubahan sebagai ancaman. Apa kata Hari Subagya? “Sungguh, perubahan itu adalah never ending story kalau kita mau bertahan. Siapa yang adaptiflah yang bertahan. Kalau tidak, dunia ini penuh dengan dinosaurus,” tegas jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta ini.

Menurut Hari yang aktif di 3B Consulting dan PDP Consulting ini, treatment yang tepat bagi mereka yang tidak mau berubah harus dijalankan. Ada perubahan mindset, personal touch, ada kepemimpinan yang berwibawa dan berkarakter, bahkan jika perlu harus ada pressure atau replacement yang tepat. Semuanya juga harus disesuaikan dengan situasi dan karakter organisasi, kultur, kepemimpinan, berikut karakter jenis industrinya sendiri. Tetapi yang pasti, “kegelisahan positif” harus senantiasa diciptakan dan ditumbuhkan dalam organisasi agar kita tidak tergilas oleh persaingan dan perubahan.

Untuk mendiskusikan pentingnya perubahan secara lebih mendalam lagi, Edy Zaqeus dari AndaLuarBiasa.com mewawancarai Hari Subagya melalui chatting internet. Dan, suami dari Evie Kusumawardhani dan ayah dari Asia (12), Aussie (8), dan Diaz (2,5) ini memberikan jawaban-jawaban yang bernas serta enak untuk dicerna. Berikut petikannya:

Apa aktivitas Anda terkini?

Memberikan training motivasi Time to Change. Ini training motivasi untuk para karyawan perusahaan maupun organisasi supaya mereka bisa adaptif terhadap perubahan-perubahan yang datang begitu cepat. Persaingan bisnis begitu ketat, sehingga segala sesuatunya harus dijalankan dengan cepat, dan dengan antusiasme penuh. Kalau motivasi tim lemah, konflik internal juga semakin membesar. Apalagi tidak ada kesadaran yang baik tentang pentingnya kerjasama bagi kesuksesan bisnis maupun pribadi. Maka, kondisi organisasi akan semakin memburuk.

Mengapa perubahan penting, kan malah banyak yang enggak suka berubah?

Apakah Anda masih memakai pager hahaha…. Perubahan demi perubahan selalu terjadi. Perubahan tidak pernah secara terang-terangan memberi tahu kita. Butuh kepekaan dan bahkan butuh kesadaran akan adanya perubahan di setiap bidang. Resistent terhadap perubahan? Layaknya memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi tanpa sensitive terhadap tikungan-tikungan jalan. Siapa yang berubah, bisa sukses bisa gagal. Siapa yang tidak berubah, pasti terpuruk. Karena, selera dan ekspektasi customer kita selalu berubah, bahkan selalu meningkat. Untuk itu butuh sensitivitas untuk berubah dan memperbaiki diri.

Hari: Ciptakan kegelisahan positif!

Hari: Ciptakan kegelisahan positif!

Oke, bagaimana dengan orang yang ada dalam posisi comfort zone? Maksud saya, perusahaan lagi laba terus, penjualan meningkat terus, kinerja karyawan lagi bagus-bagusnya. Mau berubah ke mana?

Pernah naik kereta dari Jakarta Surabaya? Nah, apakah pernah tertidur? Mengapa tertidur? Karena rodanya bulat. Roda yang bulat seimbang, maka orang merasa nyaman dan tidur. Jadi, siapa pun yang berada di perusahaan, jika nyaman akan tidur. Untuk itu, selalu penting untuk membangun kegelisahan positif. Kegelisahan di mana organisasi merasa perlu memperbaiki dan bermental. Selalu ada cara yang lebih baik, produk yang lebih baik, proses yang lebih cepat.

Tolong dielaborasi lagi maksud kegelisahan positif itu dan apa contohnya…?

Customer itu selalu senang dengan hal yang baru. Jadi, walaupun sangat maju layaknya Nokia, namun munculnya Blackberry bisa membuat Nokia tergopoh-gopoh dan tergerus market share-nya. Kegelisahan positif adalah kegelisahan yang membuat siapa pun menjadi ingin memperbaiki diri. Caranya, coba lontarkan pertanyaan sepuluh ekspektasi customer Anda. Sebagai seorang ayah, apa sepuluh ekspektasi anak? Sebagai suami, apa sepuluh ekspektasi istri? Sebagai manajer, apa sepuluh ekspektasi anak buah? Sebagai anak buah, apa sepuluh ekspektasi atasan? Sebagai produsen, apa sepuluh ekspektasi konsumen? Jika kita terbiasa memiliki sepuluh keinginan customer kita di posisi mana pun, maka akan terbangun kegelisahan positif dan progres.

Bagaimana kegelisahan positif bisa menang dari kegelisahan negatif? Maksud dan versi saya, kegelisahan akan akibat-akibat negatif dari perubahan?

Layaknya setan dan malaikat berperang! Mereka sama kuat. Yang kita bantuin yang menang. Kebanyakan pribadi senang bertindak dalam batas-batas kenyamanan mereka. Sembilan puluh lima persen manusia senang dengan hal yang demikian. Sedang beberapa yang berhasil menjadi luar biasa. Mereka bisa bekerja dalam batas yang tidak nyaman, karena kesuksesan adalah sebuah keharusan. Tidak semua orang juga senang dengan perubahan. Orang tidak senang dengan perubahan karena perubahan itu memang tidak nyaman. Membutuhkan energi ekstra dan juga biaya. Menawarkan perubahan kepada mereka, biasanya akan ditolak. Kecuali bagi mereka yang sudah bisa melihat perlunya perubahan. Jadi, perubahan itu tidak akan terjadi ketika belum dipandang perlu.

Tuhan sering membuat kejadian supaya manusia memandang perlu adanya perubahan. Kecelakaan yang hampir merenggut nyawa telah membuat orang berubah menjadi lebih baik dan hati-hati. Kematian sang anak karena sakit—dan tidak mampu membiayai biaya rumah sakit yang baik—telah membuat seseorang berubah menjadi sangat semangat dan mati-matian dalam bekerja. Cercaan dan makian yang menyakitkan dari para tetangga telah mengubah seseorang menjadi lebih santun dan tidak sombong. Atau, teguran-teguran lainnya.

Kehidupan ini sebenarnya selalu disiplin memberikan sinyal. Jarang terjadi sebuah jembatan roboh sebelum ada tanda-tanda lapuk atau besi berkarat, dan juga bunyi-bunyi sekrup yang kendor atau kerusakan kerusakan kecil. Begitu juga dalam tubuh kita. Manusia pada umumnya akan mati dimulai dengan tanda-tanda memutihnya rambut, melengkungnnya tulang punggung, dan berkurangnya penglihatan maupun pendengaran. Itu semua adalah tanda-tanda. Kejelian dan kemauan kita menentukan.

Hari: What time is it? Its time to change!

Hari: What time is it? Its time to change!

Dalam perusahaan selalu ada dua kelompok yang bisa cepat melaju dan lambat melaju. Bagaimana treatment-nya manakala perusahaan sudah tergerak untuk maju lebih cepat?

Benar, setiap kelompok akan terdistribusi menjadi tiga kurva normal; ektrim kanan yang mendukung perubahan, ektrem kiri yang menolak, dan tengah yang masih bisa diajak ke kanan atau ke kiri. Tawarkan perlunya perubahan, ajari memandang perlunya perubahan. Karena, perubahan itu pasti, maka harus selalu dilakukan. Namun di sisi lain, kecenderungan manusia mencari titik-titik aman untuk tinggal. Jika seseorang menemukan alasan perlunya perubahan, mereka akan berubah. Setiap hari kehidupan dan kejadian selalu memberikan “laporan” untuk kita. Mulailah membaca laporan itu sehingga kita mampu menemukan perlunya perubahan.

Selalu ada upaya serangan balik dari kelompok yang tidak setuju berubah. Bagaimana wise treatment-nya?

Manusia… baik itu karyawan, manajer, dan direktur memiliki persepsi sendiri-sendiri. Tugas utama bagi pembawa perubahan adalah memberikan perspektif yang tepat untuk setiap individu. Ingat tidak semua sama. Dan, yang perlu digarisbawahi adalah kepentingan mereka. Show me the money dari masing masing individu. Ketika mereka menemukannya, mereka mendukungnya. Orang tidak setuju itu karena belum tahu atau karena kepentinganya terganggu. Atau, cara menyampaikanya tidak baik. Mungkin juga karena orang yang berada di lingkungan yang salah alias beda habitat. Nah, yang ini harus dipindahkan ke habitatnya hahaha….

Ini perspektif dari yang ogah berubah; perubahan mengguncang sistem, bagaimana dong? Satu simpul saja tidak selaras, ritme terganggu…?

Benar…! Perubahan itu berat, namun harus. bayangkan sebuah pabrik kompresor harus mengubah pabriknya dari kompresor dengan freon ke kompresor jenis baru. Bayangkan juga pabrik TV yang sudah lama dengan tabung harus mengubah produksi TV slim. Siapa yang berani tidak mengeluarkan TV slim dengan LCD? Siapa yang masih bertahan dengan TV tabung? Siapa yang berani membangun perusahaan tanpa harus membangun sistem IT di dalam? Tanpa e-mail? Sungguh, perubahan itu adalah never ending story kalau kita mau bertahan. Siapa yang adaptiflah yang bertahan. Kalau tidak, dunia ini penuh dengan dinosaurus.

Mari lebih menukik. Perubahan selalu berawal dari mindset. Padahal, titik ini pula yang paling susah digempur. Tawaran Anda?

Manusia yang menciptakan Tuhan. Jadi, kita menyontek Tuhan yang paling cespleng! Yaitu, menawarkan surga dan mengancam dengan neraka. Kita harus mampu menawarkan surganya dengan jelas dan menampakkan nerakanya dengan sangat jelas pula. Memahami satu per satu jenis pekerjaan dan karakter manusia. Dalam change management tentu ada tahapan-tahapannya agar bisa mulus.

Hari bersama tim menciptakan permainan-permainan baru

Hari bersama tim menciptakan permainan-permainan baru

Pintu-pintu perubahan mindset bisa melalui apa saja? Apa dari visi perusahaan, target, janji reward, atau bahkan sampai ke nilai-nilai terdalam organisasi?

Training itu sebenarnya adalah installing values, memasukkan positive values dalam diri peserta. Ketika values ini kuat, itu juga yang membentuk cooporate culture. Ada yang unsur-unsur innovative mengemuka, creative menonjol, maka perubahan akan mudah. Begitu juga jenis-jenis industri. Fashion, teknologi, dan yang lekat dengan teknologi. Maka perubahan itu akan semakin cepat. Apakah Anda mau membeli handphone tanpa kamera? Mungkin hanya sedikit yang mau. Apakah mau membeli pelembab atau penyegar dibungkus plastik? Mungkin juga tidak! Apakah mau membeli motor dua tak hahaha… polusi!

Mengapa berubah itu sulit? Karena, kita ingin berubah dengan kesadaran atau conscious kita. Tetapi, baik itu emosi, kebiasaan, keyakinan, nilai, dan pola perilaku yang ada di subconscious tidak berubah. Kenyataanya sub-conscious yang lebih beperan. Alam bawah sadar kita yang lebih dominan. Ada yang mengatakan 88 persen subconscious berbanding 12 persen conscious. Jadi, bila terjadi konflik, maka probability kemenangannya adalah dimenangkan oleh subconcious. Itu sebabnya, banyak orang mengalami perubahan atau sukses membuat perubahan besar dalam hidupnya karena dipicu oleh intensitas emosi. Juga oleh perubahan nilai-nilai dalam kehidupanya, perubahan keyakinannya yang semakin membaik dan membesar, serta behavior patern yang berubah.

Nah, di sini sering organisasi melupakan “emosi”. Apa pun dalam perubahan juga harus mengandung “adonan emosi”. Harga diri, semangat, persaingan, penghormatan, penghargaan, aktualisasi, cinta, dll.

Sepertinya soal personal touch juga menentukan. Dalam hal ini, apa Anda lihat ada kelebihan pendekatan orang-orang kita dibanding orang luar?

Wah, kalau hal ini benar-benar tergantung orangnya. Namun, tidak dimungkiri, orang luar sering mendapat apresiasi lebih sehingga sebagai endorser yang lebih kuat. Sugestinya lebih kuat hahaha…. Namun, orang kita memiliki pendekatan budaya yang tentu lebih baik karena pemahamannya. Memang, orang akan senang mendengar dari yang dia hormati, dia sukai, dia percaya, yang suka padanya, dan yang seperti dirinya. Ini PR bagi siapa pun yang menjadi agen perubahan untuk memahami, agar dalam proses perubahan—terutama dalam sebuah organisasi—tidak menghasilkan konflik yang tinggi.

Hari: Perubahan adalah keniscayaan bila ingin survive

Hari: Perubahan adalah keniscayaan bila ingin survive

Soal budaya ini, budaya organisasi-organisasi di Indonesia, apakah menghambat atau malah kondusif bagi perubahan?

Sebenarnya, dari pengalaman saya bekerja, faktornya banyak sekali. Bisa orangnya, bisa juga jenis industrinya, bahkan termasuk karakter pemilik atau pimpinanya. Beberapa restoran tradisional mengalami kegagalan karena tidak berubah. Sedang restoran “impor” selalu memiliki mainan-mainan baru, menu-menu baru, supaya mereka tetap menarik. Coba kunjungi restoran dan kafe-kafe saat ini, semua sudah lengkap dengan layout dan desain yang bagus, plus WIFI. Namun, restoran-restoran lokal tetap diam dan perlahan-lahan menutup gerainya satu per satu.

Karakter pemimpin perusahaan macam apa yang kondusif bagi perubahan dan inovasi?

Yang terbuka dengan hal-hal baru. Dengan teknologi, dengan tren, lifestyle, isu lingkungan, dll. Baru saja saya mengisi Time to Change Motivation di sebuah perusahaan makanan. Di sana kita akan menemukan produk-produk baru yang menarik. Kacang yang selama ini menjadi produk tukang keliling bisa menjadi produk yang sophisticated. Peluncuran produk baru minuman jeruk dengan merek tertentu, ini juga inovasi. Malam ini saya ke Lembang untuk memberikan motivasi bagi tim inovator sebuah perusahaan. Saya banyak menemui produk kosmetik baru yang menawan, baik dari kualitas maupun kemasan. Bahkan, cara memakainya. Pemimpin-pemimpin yang visioner dan adaptif yang akan sangat survive dan sukses. Sedang pemimpin yang kaku akan ketinggalan.

Mari kita tarik sedikit ke lingkup nasional. Menurut Anda, masyarakat kita sekarang—menatap persaingan global—harus bersikap atau berubah seperti apa?

Competitor is motivator! Ini harus menjadi mindset kita semua. Memiliki pesaing yang baik artinya kita akan semakin baik. Berbahagialah dengan keterbukaan dan kelancaran informasi di Indonesia. Maka, kita akan melihat dunia lebih terang benderang. Dan, masyarakat kita pun akan belajar sangat banyak, serta mengambil keuntungan yang banyak dari kondisi ini

Menurut Anda, masyarakat kita sudah siap untuk berubah dan bersaing dengan negara-negara maju lainnya? Atau, masih harus menunggu lebih lama lagi?

Teruslah belajar! Keep learning keep growing! Bidang apa pun, persaingan adalah hal yang hanya akan membuat kita semakin kuat! Kita siap! Sangat siap! Namun, kita harus mengetahui dengan baik kelemahan dan kekuatan sendiri. Pemerintah harus mengarahkan dan membantu dengan intensif, masyarakat Indonesia pasti jaya. Siapa yang bisa mengalahkan pariwisata Indonesia? Tentu tak tertandingi karena memang uniqueness-nya yang luar biasa. Sumber alam, sumberdaya manusia, letak geografis, dll. Sekaranglah saatnya! Now! No Opportunity Wasting. Tidak boleh menunggu. Sukses besar untuk Indonesia![ez]

Ctt: Hari Subagya membagikan sebuah e-book untuk pembaca. Silakan download di link berikut: http://www.harisubagya.com/hadiah.html